Senin, 22 Oktober 2012 - , 0 komentar

Multi Even (part II)

Makan Siang di Tribun Lapangan Tennis


Setelah menerima materi dari bapak BUMN, kami diberikan sekotak dos yang berisi sumber kehidupan dengan komposisi:
1. Nasi
2. Sayur
3. Telur
4. Ayam
5. Sate
6. Pisang
7. Air mineral... yang tentunya gratis


Hidup ini memang tak lengkap kalau tidak dapat gratisan. Sudah dapat ilmu gratis, makan gratis, gratis parkir, entah mau gratis apa lagi. Setelah mendapatkan kotak kehidupan tersebut, kami pun bergegas menuju lantai satu. Di perjalanan menuju lantai satu Uppi menceritakan lagi kisahnya yang turun tangga demi mengejar tanda tangan, dia juga cerita kalau dia harus bersaing dengan wartawan yang juga mengejar pak menteri. Dia juga bercerita tentang pulpen, yah.. mahasiswa mie nomor 1. pulpen nomor 10. Dia sempat ingin bunuh diri karena ternyata dia tidak bawa pulpen saat meminta tanda tangan, dia sempat meminta pulpen dengan saingannya dalam meminta tanda tangan, namun ternyata orang tersebut tidak meminjamkannya. 

Uppi pun putus asa dan sudah ingin mengakhiri hidupnya. Namun, asanya kembali tersambung ketika pak Dahlan mengeluarkan pulpennya dan menanda tangani buku Uppi, dengan senang hati Uppi menceritakan semua ini. Sampai-sampai kami tidak sadar telah berada di tribun lapangan tennis.

@NurulInayahZ: having lunch wiff @Azmul__42 @muflihwahid @fahrul_syarif di lapangan tenis -____- demi apa ?? 

Ini merupakan salah satu tweet dari teman saya yang bernama inayah, yah benar juga sih miapah (eja:demi apa) kenapa kami terdampar di tengah-tengah lapangan tennis. Tapi, seru juga menikmati makanan di tribun tennis dengan ditemani angin sepoi-sepoi beserta debu #teringat lagu rumor. Di tempat ini kami tidak hanya sekedar makan tyuzz (eja: terus) pulang. Kami menyempatkan diri untuk istirahat sejenak, yah istirahat karena kaki-kaki kami yang tidak berdosa ini terasa nyeri karena saat terima materi kami hanya bisa berdiri. Kami juga menunggu Victor yang katanya mau ikut nongkrong di tribun. Tadi, setelah acara dia sibuk foto-foto dengan teman paduan suaranya. Jadi, kami duluan turun dari lantai 5. Namun beberapa menit kemudian Viki (sapaan akrabnya) datang bergabung dengan kami "komunitas anak tribun-tribun"

Adapun kegiatan setelah makan di tribun tennis adalah sebagai berikut:
1. Fahrul: Sibuk dengan game Bad Piggies dan tidak mau diganggu.










2. Inayah sibuk ngetweet

tidak ada alasan untuk tidak mengidolakan sosok DAHLAN ISKAN, isn't true kawan @Azmul__42 @fahrul_syarif @muflihwahid ??

puncak pencaharian orang itu BAHAGIIIAAA — DAHLAN ISKAN

having lunch wiff @Azmul__42 @muflihwahid @fahrul_syarif di lapangan tenis -____- demi apa ??

3. Victor Sibuk foto-foto tidak jelas


      

4. Uppi sibuk teriak-teriak dengan teman-temannya yang juga memiliki minat yang sama dengan dia, tidak lain dan tidak bukan pemain tennis. Selain itu Uppi juga sibuk dalam membantu Fahrul bermain game #gaje
capek mi uppi bantui fahrul












5. Saya ?? hehe sibuk loncat-loncat di tribun...










Next........
Cerita tak sampai di sini, Inayah sempat Shock ketika dia sadar kalau cincinnya hilang. Dengan sigapnya aku mencari cincin Nayah, hanya butuh waktu 30 detik aku sudah menemukan cincinnya. Tapi, aku belum mau memberikan cincin itu kepadanya. Aku memberikan cincin itu kepada Uppi, dia menyembunyikan cincin itu di bawah meja.

Apa yang terjadi pada Inayah?? Tentu saja dia panik. Namun, Uppi sangat kasihan melihat muka Nayah yang dari tadi kusut (mungkin jarang di setrika) dia pun memberikan cicin Inayah tapi dia tidak dengan mudahnya memberikannya. Uppi meminta reward berupa traktiran. Tanpa berpikir panjang x lebar. Inayah meng-iya-kan permintaan Uppi dengan traktiran yang tentunya di KFC.

Cerita lainnya
Part 2

Multi Even (part II) 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

0 komentar:

Terpopuler