Kamis, 16 Januari 2014 - , 0 komentar

Tanding di Surabaya, Malming di Malang

Surabaya, kota kedua di luar sulawesi setelah padang yang menjadi tujuan lomba atau lebih tepatnya tujuan wisata. hehe. Kali ini bukan lomba yang seperti biasa saya ikuti, kalau biasanya saya sering mengikuti lomba musabaqah atau nasyid tapi kali ini untuk pertama kalinya mengikuti lomba poster. Iyah poster atau lebih tepatnya psychoposter. Psychoposter merupakan salah satu cabang lomba yang dipertandingkan dalam olimpiade psikologi 2 yang diadakan di 10 Universitas di Surabaya (baca tentang olimpiade psikologi 2 di sini).

Mengapa harus lomba psychoposter?
Iyah, kenapa yah. Mungkin hanya itu lomba yang gue banget gitu. #logatmi. Soalnya diantara tujuh lomba yang dipertandingkan hanya lomba poster yang sesuai dengan minat dan bakat saya. Yahh karena tidak ada lomba PsychoNgaji atau PsychoNasyid sehingga bakat yang satunya tidak bisa diikutkan tuk bertanding. Walaupun belum meraih medali emas, perak maupun perunggu tapi setidaknya sudah berkesempatan untuk menikmati persaingan dengan orang-orang hebat. Kesempatan ini lah yang membuatku semakin mengerti mengapa mereka para sang juara bisa meraih prestasi. Raihan yang mereka torehkan tidak usah dipertanyakan lagi dari mana sumbernya. Pastilah berkat dari dukungan penuh dari semua dosen-dosennya sehingga emas, perak dan perunggu dapat dikalungkan dileher mereka.

Oke, Mari kita tinggalkan Surabaya dan melangkah jauh di Malang sana, lupakan sejenak kekalahan tertunda di Surabaya. Tepat pukul 00.00 WIB kami meninggalkan kota Surabaya, Malming di bus sudah bisa menjadi hiburan setelah dari pagi hingga siang berusaha keras untuk memikat hati juri dengan poster yang sederhana, setidaknya sedikit berguguran seiring melajunya bus menuju malang. Sekitar pukul 2.00 WIB dinginnya malang sudah terasa ternyata kami sudah sampai di malang. Sungguh kebahagiaan yang tak terbayangkan ketika menginjak bumi Malang. 

Saking semangatnya jalan-jalan di Malang, sampai-sampai segala aktivitas yang menarik tertuangkan dalam satu hari. Mulai dari pagi hari sampai malam diisi dengan kegiatan yang menyenangkan sehingga betul-betul nampak tidak ada tugas yang menanti di Makassar. Pagi hari kami menyempatkan waktu untuk istirahat dulu sebelum memulai perjalanan, tepatnya di sekret anak-anak KAMMI UMM Malang. Setelah full charge, kami menuju UMM untuk foto-foto, maklum turis haha. Siang hingga sore kami habiskan di Selekta, tempat wisata yang sederhana namun penuh kesejukan. Di sini segala kegembiraan betul-betul sudah mengalahkan hebatnya rasa lelah.

Pada malam hari hanya Fahrul yang saya temani gila-gilaan, dengan bermodalkan motor pinjaman dari dhanu kami menelusuri kota Malang dengan penuh kegigihan dan keberanian. hehe. Ada apa malam-malam di Malang? Hmmm di Malang kami hanya jalan-jalan sambil cari buku, dan akhirnya perjalanan kami berujung di penginapan yang kami sewa di Kota Batu. :)

Foto-Foto
Universitas Muhammadiah Malang

Inilah dia kelima panglima perang dari UNM :D

Saya, k wawan, fahrul dan dhanu

Sate jalan karang menjangan :D

di universitas 17 agustus 1945

sama juri :)

peserta psychoposter dari UNM yang unyuk

aku dan lupa namanya :D pokoknya dia anak Univ. Brawijaya

abang fahrul

bis Univ. Airlangga

sebelum penutupan di Univ. Hang Tuah

Kadal selecta

hahaha

galau kelas menengah ke atas

baga

beleng

gaje

kota batu malam hari

Kota batu pagi hari
tiba di Makassar :D, dan rindu Surabaya :(

Saat lomba
Tanding di Surabaya, Malming di Malang 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

0 komentar:

Terpopuler