Selasa, 14 Januari 2014 - 1 komentar

The Power of Do'a

Do'a, setiap manusia pasti selalu berdoa. Baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Saat sebelum melakukan suatu pekerjaan sampai pada selesainya pekerjaan tersebut. Tentu saja tujuan seseorang berdoa tidak lain dan tidak bukan agar do'anya dikabulkan. Berbicara soal do'a yang terkabulkan, membuat saya sering merenung dan berpikir "apakah do'a itu ditolak?" ternyata tidak, semua do'a diterima walaupun tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Alkisah ketika saya sedang mengikuti suatu lomba, dan isi do'a saya ingin mendapatkan yang terbaik ketika mengikuti lomba tersebut. Tapi hasilnya saya tidak mampu mejadi juara, di sinilah aku mulai mendapatkan jawaban tentang kekuatan do'a yang sebenarnya. Saat aku mengucapkan kata "terbaik" itu menurutku sangat ambigu. Mungkin dengan tidak juaranya aku pada lomba itu merupakan hal yang terbaik. Mungkin kekalahan adalah jalan yang terbaik untukku. Sampai saat suatu ketika aku kembali mengikuti lomba yang sama dan saingan yang sama. Tapi dengan do'a yang berbeda, yang jelasnya do'a yang saya panjatkan tidak ambigu dan lebih tearah. Singkat cerita pada saat itu pula semua terkabulkan, dan pada saat itulah aku mengerti do'a yang sesungguhnya itu bagaimana.


Kita tinggalkan do'a yang terkabulkan, mari menuju kepada do'a yang tak terkabulkan. Seperti yang saya katakan semua do'a diterima dan dikabulkan. Walaupun pada kenyataannya do'a tersebut tidak dikabulkan tapi sesungguhnya do'a tersebut dikabulkan. Sebagai contoh ketika seseorang berdo'a akan kemudahan jodoh dan rezeki, bahkan siang malam berdo'a akan hal tersebut. Namun kenyataan tidak berpihak kepada do'a yang kita panjatkan. Bukan tidak dikabulkan tapi kita hanya melihat kenyataan pada satu sisi saja. Cobalah untuk melihat kenyataan bukan hanya dengan menggunakan penglihatan, gunakan segala indera untuk melihat kenyataan yang ada. Kita diberikan kaki untuk berjalan maka gunakanlah kaki itu untuk mencari rezeki dan jodoh, sebagaimana do'a yang telah engkau panjatkan. Kita diberikan tangan untuk meraih do'a yang kita panjatkan. Kita diberikan akal untuk berpikir jernih dalam mendapatkan apa yang kita telah minta. Dan masih banyak lagi yang seharusnya anda renungkan dan pikirkan fungsi yang tepat dari semua organ tubuh yang diberikan kepada kita. 

Intinya, berani berdo'a berani berpikir dan berani berbuat. Do'a yang tidak disertai degan pikiran yang jernih akan membuat kita merasa terabaikan. Do'a tanpa perbuatan akan membuat kita malas. Dan tentu saja pikiran dan perbuatan yang tidak disertai dengan do'a akan sia-sia karena tidak disertai dengan dasar dan keyakinan yang kuat. 

Kesimpulan: Berdo'alah dengan keyakinan yang penuh, sertakan dengan pikiran yang jernih dan perbuatan yang nyata. Banyaklah berdo'a !! :)
The Power of Do'a 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Terpopuler