Minggu, 22 Maret 2015 - 0 komentar

Beginilah Manusia

     Semua orang memiliki kesempatan untuk hidup dan memiliki hak untuk mengatur hidupnya masing-masing, namun dengan hak untuk mengatur hidup setiap manusia pasti menemukan hal yang sama. Rasa senang, sedih, bosan, cemas dan semua hal pasti akan ditemui berulang dan berulang. Pola kehidupan yang tentu saja sudah bisa diprediksi dengan mudah. Prediksi akan kehidupan yang akan dihadapi memeang mudah, namun belum tentu bisa dilakukan dengan mudah pula. Sebut saja rasa bosan yang terus-menerus ditemukan dalam hidup, selalu saja menjadi masalah dan terus dipermasalahkan namun selalu saja ada dan akan ada terus hingga kiamat. 

     Sekarang, bagaimana caranya agar perasaan demikian bisa diatasi dan bisa mencegah hal yang sering dihadapi yang membuat kita mengeluh mengapa hal ini terus ada? Memang manusia adalah makhluk tempatnya kesalahan, dan bukan manusia namanya kalau sudah sempurna, nabi saja masih belum sempurna namun sudah mendekati kesempurnaan karena mendapat berkah dari Allah swt. Bagaimana kita yang manusia biasa yang masih sering berbuat khilaf? syukur, iyah syukur adalah kata yang tepat bagi kita yang sering mengeluh atas kehidupan yang berulang-ulang, kehidupan yang hanya berputar pada itu-itu saja. 
     Marilah memulai belajar dari pengalaman sebelumnya, "pada akhirnya akan bertemu dengan hal yang  sama dengan perlakuan yang berbeda #maribijak" sebuah tweet yang saya ungkapkan untuk meringkas postingan ini. Iyah, pada akhirnya kita akan menemukan hal yang sama di waktu yang berbeda dan pada orang yang berbeda pula. Namun, dengan memberikan perlakuan yang lebih matang dan berbeda membuat kita menjadi manusia yang bijak, bijak dalam menghadapi segala sesuatu yang sifatnya monoton. Bukankah kita diajarkan dalam shalat lima waktu agar kita menjadi manusia yang sabar dalam melaksanakan ibadah yang gerakan dan bacaan yang tak akan berubah hingga akhir zaman, dalam shalat kita diajarkan untuk membentuk pribadi yang konsisten dalam berperilaku dalam situasi yang berbeda dan waktu yang berbeda pula. 
     Perlakuan yang berbeda yang dimaksudkan adalah sikap kita dalam menemui segala problem yang sering dihadapi. Mungkin pada awalnya kita sedih dan tidak mampu menyesuaikan dengan problem yang dihadapi, ketika hal tersebut muncul lagi mungkin saja kita sudah menemukan keyword agar bisa lebih baik dari kemarin, semakin banyak masalah kita hadapi kemudian dibarengi dengan perlakuan yang berbeda semoga kita menjadi manusia yang beruntung, karena menjadikan hari ini lebih baik dari yang kemarin. Semoga berkah Aamiin :)
Beginilah Manusia 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

0 komentar:

Terpopuler