Jumat, 15 Januari 2016 - , 2 komentar

Aku dan 2015

mereka teman.. (biasa org bilang junior)
Masih ingat pas masa-masa alay yang menghitung mundur pergantian hari dari hari 2014 ke hari 2015. Padahal tak ada guna dihitung karena masa pasti berlalu. (mending hitung dosa). Ketika 2015 datang, begitu banyak harapan dan kemauan di tahun itu, bagiku saat itu hal yang sangat tepat untuk berdoa banyak-banyak dan meminta banyak-banyak, padahal tiap hari lima kali sehari ada waktu untuk berdoa banyak-banyak. (namanya juga masih labil). Alhasil banyak doa yang tidak aku ucapkan terjadi seperti kehilangan laptop dan ada yang doa tidak saya masukkan dalam top ten doa dan itu terjadi seperti lolos ke UI dalam lomba MTQ Mahasiswa Nasional dan Olimpiade Psikologi 3 Surabaya. Jadi, apakah ini pertanda agar kita tidak perlu berdoa dan memohon, toh rejeki katanya tidak ke mana?


Oke.. rejeki tidak ke mana, tapi dari mana rejeki itu datang? apakah hujan itu datang begitu saja? tiba-tiba tidak ada mendung air turun begitu saja. Hujan turun menurut proses yang telah ada, begitupun rejeki turun menurut proses yang telah ada. Bukannya hujanpun ada sholat meminta hujan ketika hujan tidak kunjung turun, dan bukankah ada sholat untuk meminta rejeki.

Kembali ke topik.. aku dan 2015.. oiya foto di atas itu bersama teman-teman 2014 (psyquartivo) kenapa sema mereka? kenapa bukan sama angkatan lain? karena kebetulan saya panitia pengarah pubdok inaugurasi 2014, yah jadi akrab banget sama mereka (terutama yang tertera di foto). Hampir setiap hari melihat mereka, liburpun masih sama mereka dan kemana-mana selalu bersama. Sampai tur keliling separuh sulawesi-selatan sampai ikut PIA (psychology in action) sampai sekarang masih sama mereka (karena gabung satu komunitas). Iyah komunitas psychograph, komunitas pecinta desain dan suka foto-foto kadang-kadang edit video dan jarang main blog. 

Komunitas yang kami jadikan alasan untuk tetap berkomunikasi ini sempat mendadak terkenal ketika harla 15 fakultas psikologi unm digelar, kala itu kami ditugaskan untuk mengambil alih media publikasi dan dokumentasi kegiatan. Sontak membuat kami bangga memiliki psychograph. Job demi job kami dapatkan pasca harla 15 itu, salah satunya job untuk foto wisudawan yang masih dalam lingkungan fakultas. Disamping itu kami sempat membuat film pendek dan akhirnya terhenti karena masalah dana dan jadwal kuliah yang beda-beda.

Dari psychograph melangkah ke Jakarta dan Surabaya. diatas belum saya jelaskan bagaimana caranya bisa ikut lomba itu. pertama MTQMN di UI.. hehe ceritanya simpel, hanya mengikuti lomba tingkat universitas sebagai juara bertahan, dan akhirnya jatuh ke juara tiga. Alhamdulillah saya yang terpilih untuk mewakili UNM karena juara satu dipindahkan ke cabang lain dan yang juara dua sudah dapat satu tiket ke UI (sudah). kemudian ikut ke Olimpiade Psikologi 3 juga ceritanya simpel, ingin menjadikan lomba ini sebagai lomba yang terakhir bagiku di bangku S1 dan ingin mengikuti lomba ini untuk kedua kalinya. Namun, beda halnya MTQ yang saya ikuti itu cabangnya sama dari MTQMN ke 12 di padang yaitu tartil. Ketika ikut Olimpiade Psikologi 2 ikut cabang poster dan kali ini ikut lomba paduan suara. Hasilnya kedua lomba ini membawaku jalan-jalan saja dan hanya mendapat pengalaman yang MasyaAllah sangat berharga. Beda saat mendapat juara satu lomba blog di universitas lambung mangkurat yang saya kerjakan dengan begitu santainya hehe.. tapi banyak yang komen akhirnya juara ahaha apakah -_-

di UI
di UNESA Surabaya
harla 15 psikologi UNM
PIA di sinjai
di lejja
di pare-pare
bikin film
sekian jejak aku dan 2015.. masih ada tapi nanti ada waktu berbagi lagi..
tetap kreatif
mari menulis
Aku dan 2015 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

Terpopuler