Jumat, 12 Februari 2016 - , , 0 komentar

Menikmati Alam Jeneponto dan Bantaeng

di rumbia jepot
Rabu 10 februari 2016, sekitar jam 11 waktu ngaret.. saya, izi, aswad, muha, tyo, zafran, nardi, rafli, khan dan sari berangkat menuju bantaeng. Sedangkan fikar menunggu di jeneponto..

Di bantaeng kami sempat kehujanan dan berujung pada keterlupaan rumah lilu, akhirnya memaksa kami untuk kembali dan menerobos hujan. Alhasil, kami tiba dan disuguhkan kepiting yang begitu luar biasa banyaknya. Sembari menunggu tubuh dan seluruh pakaian kering, kami menyantap kepiting-kepiting jablay yang siap dibelah kemudian dimakan(g).

Selanjutnya, kami melaju ke arah pusat kota bantaeng dan membelokkan kendaraan menuju loka. Sebuah tempat yang sejuk dan penuh misteri. Soalnya belum ada seorang pun yang tahu tempat apa gerangan yg akan di tuju. Perjalanan pun menuju loka dimulai dengan jalanan yang meliuk-liuk alay, dan sekali saja kami singgah untuk mengabadikan momen indah di sana, meskipun belum sampai di tempat tujuan. Magribpun tiba dan gelappun kian terasa, perjalanan yang betul-betul misteri ini hanya membawa kami pada jalan yang tak berujung. Yap, kebun strobery yg katanya tujuan utama tak kunjung ditemukan. Akhirnya kami pulang saja dan singgah di pantai seruni buat ngemil, yang sebelumnya sempat tidak sesuai jadwal, karena motor muha kehabisan tenaga dan kedinginan.

Malam mulai larut membawa kami meninggalkan pantai seruni dan melanjutkan perjalana ke jeneponto untuk menginap di sana. Yah, semua laki-laki nginap di rumah fikar dan perempuan di bantaeng. Perjalanan malam yang kira-kira 30 menit menuju jepot sungguh membuat kami hanya bisa tertidur pulas. Hanya saja kami sempat shok saat pasien dari ibu fikar datang saat adzan subuh belum berkumandang. Ibu fikar adalah seorang bidan di situ, jadi sudah hal biasa bagi fikar dan keluarganya melihat hal itu. Namun, beda dengan kami yg baru merasakan sensasi yg begitu mencekam ketika seseorang yg menggedor pintu dengan kerasnya dan sering kali melafalkan "laailaaha illallah".

Malam telah berlalu, pagipun datang. Kami meniatkan untuk melangkahkan kaki ke rumbia. Sebuah kecamatan yang jauh dari kota jepot dan hampir dekat lagi dengan malakaji, sebuah daerah milik kabupaten gowa. Di sana, ada tempat wisata yang lumayan menyesal jika tak di datangi ketika mampir di jeneponto. Yah, lembah hijau rumbia tertulis besar pada papan petunjuk jalan yang tertancap 200 meter lagi menuju lokasi. Lhr adalah tempat camp plus tempat untuk bersantai menikmati alam pegungunangan jeneponto yg seru, ditambah kolam yang lumayan muat untuk serombongan saja. Kemudian ada gazebo-gazebo dan cafe juga di sana. Pokoknya seru dan tidak menyesal ketika menginjakkan kaki di sana.

Dhuhur tiba, kami pun siap untuk ke fikar dan balik ke makassar. Di perjalanan kami sempat kehujanan dan sempat pula singgah berfoto dan berselfie ria. Sampai dirumah fikar, hampir saja kami balik ke makassar sore hari atau malam saja. Andai bukan karena alasan liga futsal yang akan dimulai pukul 7 malam, kami akan pw di rumah fikar, mengingat perjalanan yg begitu melelahkan dan jamuan makanan yang membuat kami susah gerak. Tapi, segala kemageran harus dihilangkan dan alhasil kami berangkat ke makassar sekitar pukul 2 waktu sekitar.

Hingga saat ini pukul 00.02, hujan belum reda sedari kami masih di jepot, basah kuyup dan kedinginan tidak bisa dihindari lagi, saat kami nekat untuk menerobos hujan. Meski agak lelet karena hujan deras, kami sampai di makassar sekitar pukul 5 lewat. Dan tujuan untuk ke makassar tercapai dan beberapa dari kami sempat ikut liga futsal.

Huft panjang dan lebar peralanan kali ini, banyak hal baru dalam perjalanan, kuliner membuat kami kenyang dan tidur bagi kami untuk mengenang dan membayangkan segala keindahan perjalanan ini. Serta jepretan sekilas dalam bingkailah yang membuat kami melihat masa indah itu.. sampai jumpa pada perjalanan berikutnya, semoga makin ramai..


#psychologyonvacation #pikologiunm #Eksplorsulawesi

foto yang lain:

jalan menuju loka

lembah hijau rumbia

alfa mart jepot

rumah fikar

sepli lembah hijau

anak alay

di atas alay 

selpi alay

Menikmati Alam Jeneponto dan Bantaeng 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

0 komentar:

Terpopuler