Senin, 13 Maret 2017 - , , 0 komentar

Manusia Indonesia yang Dirindukan

sumber: http://www.pintarin.com/assets/images/news/545/630x363-
kenapa-bendera-indonesia-merah-putih.jpg

Masyarakat Indonesia dan Perubahan Sosial 

Azmul Fuady Idham (111614253010)

     Manusia Indonesia yang Dirindukan Indonesia ibu pertiwi, di mana saya dilahirkan dan dibesarkan. Di sini saya hidup dan berinteraksi dengan manusia lain. Kemudian tumbuh dewasa dan semakin banyak menemukan banyak kejadian dan pengalaman yang membuat saya ingin melihat Indonesia berubah. Sejauh in saya melihat lingkungan di sekitar saya banyak dirusaki oleh manusia itu sendiri. Sehingga untuk memperbaikinya maka manusia pulalah yang bisa merubahnya. Perilaku yang paling merusak adalah sampah-sampah yang tidak disimpan pada tempatnya dengan membiarkannya berserakan. Selain menimbulkan efek fisik, dampak mental juga dapat berpengaruh. Perasaan tidak nyaman dan jijik sudah mencirikan adanya proses mental pada manusia yang ditimbulkan oleh sampah tersebut. Jika masyarakat sedetik saja memikirkan bahwa dampaknya bisa menimbulkan banyak kerusakan dibandingkan dengan manfaatnya, maka lingkungan kita dapat terjaga dengan baik. Namun, sedetik saja tidak mampu apalagi harus memikirkan hal ini dengan banyak pertimbangan.


     Aku rindu negara ini di masa lalu meskipun saya belum hidup di garis waktu itu. Sebelum adanya industri masuk dengan sampahnya, bisa saya bayangkan negara ini terbebas dengan kemasan-kemasan yang semakin hari semakin berinovasi pada cara membukanya saja, ada juga yang hanya berinovasi dengan pada covernya saja. Namun, tidak ada yang berinovasi pada kemasan yang bersahabat dengan alam, seperti bungkus daun penjual kue di pasar dekat rumahku. Tapi lagi-lagi perusahaan bermain dengan waktu, mereka tidak ingin rugi karena produknya hanya bisa bertahan sehari. Kerinduan akan ketentraman negara tanpa industri dan sampah kimia inilah yang ingin saya bawa ke masa depan. 
     Namun, hanya akan menjadi mimpi ketika hanya saya yang memikirkan hal ini. Banyak bertemu dengan orang lain kemudian bertukar pendapat tentang kerinduanku akan negara yang tenteram dan sejahtera sehingga dapat menjadi kerinduan kita semua akan negara yang sangat dirindukan. Namun, lagi-lagi kita sibuk dengan mimpi individual kita masing-masing. Terlebih lagi kita yang berada di sebuah tempat yang tiap hari hanya mendekatan kita dengan kekayaan individu semata. 
     Saya juga merindukan ikatan sosial yang tetap terjalin erat, meskipun kebencian adalah sifat manusia namun tidak ada salahnya jika kita semua saling menerima masing-masing kekurangan dan kelebihan. Karena sila ketiga mengatakan persatuan Indonesia. Berarti bukan orang Indonesia namanya ketika kita bercerai berai. Ketika ikatan kita terjalin dengan kuat maka setiap perilaku kita dalam lingkungan sosial menjadi sehat dan segala bentuk kebencian akan dikurangi sehingga terciptalah negara yang dirindukan selama ini.
     Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan segala-galanya. Manusia Indonesia adalah salah satu kekayaan yang tidak pernah terfikirkan dibenak kita. Benak jahatku berkata kalau manusia Indonesia adalah manusia yang malas, bodoh dan terbelakang. Tapi menurut hati nuraniku sebagai manusia Indonesia mengtakan bahwa kita ini sangat cerdas dan hebat, hanya saja kita kehilangan itu semua karena keceradasan dan kebehatan kita dijajah oleh manusia lain. Misalnya dalam politik manusia Indonesia terkenal dengan kerajaannya dahulu kala yang merupakan kerajaan Sriwijaya yang merupakan kerajaan maritim yang mengusai sebagian pulau Sumatera hingga Malaysia dan Thailand. Bagaimana orang bugis menjelajah hingga Afrika, Australia dan Malaysia dengan perahu pinisinya kemudian menetap dan berdagang bahkan di Malaysia ada yang menjadi raja. Hal ini menandakan bahwa kita punya darah itu, darah manusia Indonesia yang kuat dan hebat. 
     Darah dan jiwa manusia Indonesia masih ada dari dulu hingga sekarang, hanya saja saat ini ketika modernitas masuk di bumi pertiwi seakan-akan mengubur dan membuat kita lupa akan kekuatan itu. Kita disibukkan dengan urusan masing-masing sehingga lupa kalau kita adalah manusia Indonesia. Contoh saja mengapa orang-orang Bugis dan Makassar terkenal dengan mahasiswanya yang melakukan demo kemudian ujung-ujungnya bentrok dengan polisi. Hal ini merupakan ciri pelaut Bugis dan Makassar yang penuh adrenalin yang sudah terbiasa dengan ombak yang besar, namun di saat ini pelautnya berubah menjadi orang yang sekedar menjadi anak kuliahan yang hanya duduk manis di kelas menerima pelajaran tanpa adanya tantangan secara fisik.
     Sekali lagi aku merindukan manusia Indonesia. Manusia kuat dan hebat sepanjang masa. Namun, semua potensi yang kita miliki ini hanya mati jika hanya menjadi bahwan bacaan dan dibiarkan begitu saja melewati hari. Alangkah hidupnya tulisan ini ketika semua kerinduan akan manusia Indonesia ini betul-betul kita sadari dengan mencoba merecall kembali memori yang hilang dengan melihat catatan sejarah dan melihat manusia-manusia Indonesia yang hebat di masa lalu kemudian kita sebagai manusia yang hidup di masa ini dan di masa depan tetap mempertahankan darah dan jiwa manusia Indonesia. Selain itu sebagai manusia Indonesia, patutnya kita semua saling mengingatkan bahwa kita adalah manusia yang kuat dan hebat. Ada banyak media untuk menyampaikan pendapat kita atau jika perlu kita mendirikan sebuah lembaga yang menghimpun seluruh Indonesia yang tugasnya mengingatkan bahwa kita adalah manusia yang Indonesia yang hebat.
     Masa kejayaan manusia Indonesia yang disegani akan kembali jika kita memulai melangkah dari sekarang, dari detik ini kita harus memikirkan bagaimana caranya menjadi manusia Indonesia yang sesungguhnya. Namun, butuh bertahun-tahun untuk membuatnya nyata. Karena budaya modern saat ini yang membuat kita lupa akan kehebatan diri kita sebagai manusia Indonesia harus dilawan dengan budaya baru yang mencirikan kehebatan manusia Indonesia. Butuh waktu lama agar generasi selanjutnya meneruskan budaya baru ini. Kalau ingin melihat jarak kemerdekaan Indonesia dengan masa reformasi adalah 53 tahun, maka saya yakin 53 tahun berikutnya Indonesia akan kembali berubah. Ketika kita memulai menanam di tahun pertama maka yakin pada 53 tahun yang akan datang kita akan memetik buahnya. Jika kita dari sekarang menanamkan di setiap manusia Indonesia bahwa kita ini sejak dahulu kala memang merupakan manusia yang hebat mengapa tidak kita kembalikan masa itu kemudian menjadi manusia Indonesia hebat yang hidup di era modern.


Excelence with Morrality

Manusia Indonesia yang Dirindukan 9out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.

0 komentar:

Terpopuler